KULIAH BUKAN UNTUK MENCARI IJAZAH..TAPI, UNTUK BELAJAR

"Seribu Orang Tua Hanya Bisa Bermimpi. Tetapi seorang Pemuda Bisa Mengubah Dunia"

"Saat Kita Punya Sedikit saja rasa peduli akan SEKITAR. Disitu Kita telah Memperbaiki Kualitas Pendidikan Negara Kita"

(bernata manalu)

Jumat, 29 Mei 2015

TUTUP TPL













Ratusan kami dari berbagai elemen masyarakat yang menamakan diri Jalin D Toba melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Uniland, Jalan MT Haryono, Jumat (29/5/2015)  menolak RUPS PT Toba Pulp Lestar (TPL)  yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini digedung tersebut.

Menurut kami, PT TPL harus ditutup karena merusak kawasan hutan pada 7 kabupaten yang dikuasainya berdasarkan SK menteri Kehuanan No 493/Kpts-II/1992. Menurut mereka 269.060 hektar kawasan hutan yang dikuasai oleh perusahaan kertas tersebut sangat berdampak pada kehidupan masyarakat pada 7 kabupaten tersebut. Konflik lahan dengan warga hingga kerusakan Danau Toba yang dilakukan secara bersama-sama dengan beberapa perusahaan lainnya.

"Tutup PT TPL yang hanya menguntungkan segelintir orang dan merugikan masyarakat pada 7 kabupaten,"

Selain tuntutan untuk menutup PT TPL,  juga menyerukan agar hal yang sama dilakukan oleh beberapa perusahaan lainnya yang juga dinilai merusak Danau Toba seperti PT Allegrindo, PT Aquafarm Nusantara, PT Dairi Prima Mineral (PT DPM), PT Gorga Duma Sari (GDS) dan PT Merek Indah Lestari (MIL). Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut menurut mereka membuat masyarakat menjadi menderita karena kerap berkonflik atas penguasaan lahan adat.

Inilah teriakan kami :"Hak-hak masyarakat adat/lokal harus diselamatkan. Begitu juga Danau Toba yang semakin tercemar, HIDUP RAKYAT, HIDUP MAHASISWA…!!!"

Dalam unjuk rasa tersebut, massa menggelar beberapa aksi seperti membakar kemenyan dan melempari gedung Uniland dengan eceng gondok yang tumbuh subur di Danau Toba akibat limbah dari perusahaan-perusahaan raksasa tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar