KULIAH BUKAN UNTUK MENCARI IJAZAH..TAPI, UNTUK BELAJAR

"Seribu Orang Tua Hanya Bisa Bermimpi. Tetapi seorang Pemuda Bisa Mengubah Dunia"

"Saat Kita Punya Sedikit saja rasa peduli akan SEKITAR. Disitu Kita telah Memperbaiki Kualitas Pendidikan Negara Kita"

(bernata manalu)

Tampilkan postingan dengan label GMKI FT-UNIMED. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GMKI FT-UNIMED. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2016

GMKI FT UNIMED-PANDANGLAH PADA YESUS

“Pandanglah Pada Yesus” Pelajaran Dalam Pengabaran Injil

Nats: Matius 13:18-23
Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat”

Dalam Nats diatas kita temukan sesuatu yang langka dalam ke empat Injil. Yesus menerangkan tiap bagian perumpamaan-Nya tentang penabur yang terdapat pada ayat. Pelajaran ini sangat penting bagi para murid juga bagi kita, karena terlalu mudah untuk berkecil hati di dalam jangkauan keluar pekabaran Injil dan menyerah, dengan berpikir bahwa masalah sudah pasti karena sesuatu yang kita lakukan salah. Bukan, kata Yesus. Salahnya di dalam jiwa.

Beberapa orang adalah para pendengar jalan setapak atau orang-orang yang tidak akan bertumbuh. Perladangan di Israel terdiri atas lonjoran-lonjoran tanah yang panjang dan sempit, yang dibagi-bagi oleh jalur-jalur setapak. Siapa saja yang pernah memiliki kebun sayuran tahu bahwa jalur-jalur setapak itu akan segera menjadi tanah yang keras bahkan gulma sulit tumbuh. Begitu juga, hati dan pikiran beberapa pendengar sudah menjadi keras. Ada cangkang yang tidak bisa ditembus terdiri atas pertahanan emosional dan intelektual yang menolak masuknya pesan Injil. Setan sangat bersedia untuk mencabut dan membuangnya sebelum pekabaran berakar.

Yang lain adalah orang-orang yang bertumbuh dangkal, ditunjukkan oleh lapisan tanah tipis yang dasarnya batu-batuan. Para pendengar seperti itu memang punya tanah yang baik, sedikit pengharapan. Kelihatannya seperti tanaman yang berhasil pada mulanya, tetapi tidak memiliki kemungkinan yang cukup untuk akar bertumbuh. Orang-orang demikian, kata Yesus, adalah orang-orang tanah tipis atau dangkal. Mereka memiliki potensi, tetapi mereka tidak mengizinkan Firman Allah masuk ke dalam emosi dan intelek mereka terlalu dalam. Hal seperti itu tidak bisa menjadi kekuatan yang mengendalikan kehidupan mereka. Akibatnya, apabila datang masalah maka mereka begitu saja sirna seperti tanaman yang akarnya tidak tertancap baik dan kena terik matahari sepenuhnya.

Dan yang lainnya lagi adalah para pendengar yang pertumbuhnnya kerdil. Setiap tukang kebun tahu bahwa gulma bertumbuh lebih cepat daripada sayuran. Dan jika dikendalikan, maka gulma itu akan menghimpit tanaman yang baik. Orang-orang demikian pada mulanya menyambut pekabaran Injil, lalu mereka dihimpit hal-hal duniawi. Yesus mencatat bahwa keberpihakan pada hal-hal duniawilah yang mendesak keluar lalu membunuh pengalaman rohani mereka.

Setelah jenis-jenis pendengar di atas, barulah Yesus tiba kepada orang-orang yang tumbuh sepenuhnya dan berubah untuk kerajaan. Mereka kemungkinan tidak akan sekonsisten atau sebanyak yang diinginkan sang penabur, tetapi mereka semua bertumbuh. Kegagalan dalam pekabaran Injil jangan menjadi penyebab kita untuk berkecil hati. Selama masih ada penaburan, tentu saja akan masa penuaian.
“Karena itu, marilah Tetaplah menabur walau bagaimanapun tingkat keberhasilannya”

Salam Persaudaraan
Tinggi Iman, Ilmu dan Pengabdian
Ut Omnes Unum Sint, Shalom...

(PK GMKI FT UNIMED M.B 2015-2016/Bidang Orkom)


Rabu, 04 November 2015

Bagaimana jika ada mahasiswa yang terlibat dalam pemenangan salah satu calon?

          Keterlibatan mahasiswa dalam tim pemenangan calon kepala daerah bukanlah sebuah hal yang baru dalam dinamika kemahasiswaan.
Contoh yang paling dekat adalah pada Pemilu dan Pilpres 2004 yang banyak ditemui aktivis mahasiswa menjadi tim sukses dari calon anggota DPR/DPRD, DPD maupun calon presiden. Ada beberapa pertimbangan dasar ketika mahasiswa mengambil peran ini , yaitu:
• Mahasiswa, sebagai individu masyarakat memiliki hak untuk berpartisipasi dalam setiap proses politik, baik saat pencoblosan maupun dalam menentukan sikap untuk mendukung pasangan calon kepala daerah tertentu.
• Ikut dalam tim pemenangan calon kepala daerah merupakan political process bagi mahasiswa. Political proses ini adalah bentuk pengaktualisasian kemampuan diri mahasiswa sekaligus wadah pembelajaran dalam ruang lingkup politik praktis.
Munculnya mahasiswa dalam arena tim pemenangan calon kepala daerah menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak terlebih kalangan mahasiswa sendiri. Kekhawatiran tersebut antara lain:
- Pertama, mahasiswa akan mudah diperalat dan ditunggangi oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
- Kedua, saling dukung mendukung calon kepala daerah akan memperlemah gerakan mahasiswa. Karena kemungkinan akan terjadi suatu keadaan yang menjadikan sekelompok mahasiswa menyatakan dukungannya kepada calon si A, sementara kelompok mahasiswa yang lain menyatakan mendukung si B, si C dan seterusnya. Hal ini tentu akan berakibat memperlemah persatuan di kalangan mahasiswa. Mahasiswa akan terkotak-kotakan dan dengan sendirinya mahasiswa akan mudah untuk diadu domba dan dipecah belah.
Beberapa poin kekhawatiran diatas besar peluangnya untuk terjadi. Namun keikutsertaan mahasiswa dalam tim pemenangan calon kepala daerah tetap memiliki aspek positif bagi mahasiswa. Oleh karena itu perlu dirumuskan etika bersama sebagai panduan normatif, menyikapi adanya ambivalensi tersebut, yaitu:
1. Hendaknya kapasitas mahasiswa yang ikut dalam tim pemenangan itu, adalah sebagai individu, bukan mengatasnamakan organisasi kemahasiswaan tertentu.
2. Individu mahasiswa yang ikut dalam tim pemenangan, hendaknya bukanlah mahasiswa yang dalam struktur organisasinya berperan sebagai decision maker, seperti: ketua umum, ketua bidang/divisi/departemen. Hal ini untuk menjaga netralitas organisasi kemahasiswaan.
3. Individu-individu mahasiswa yang tergabung dalam tim pemenangan calon kepala daerah hendaknya tidak terjebak ke dalam praktik-praktik politik yang tidak bermoral, seperti: money politic dan politik dagang sapi.

Hidup Mahasiswa...!!!
Pegang Teguh Tanggungjawabmu...!!!
(Agent Of Change, Social Control dan Man Of Analysis)
(Salam Formapta Putera Papatar)


Minggu, 07 Juni 2015

35.866 pendaftar SNMPTN yang memilih UNIMED




Peserta Pendaftar SNMPTN Memilih Unimed sebanyak 35.866 pendaftar SNMPTN yang memilih Unimed. Jumlah tersebut berasal dari 30 provinsi di Indonesia.

Mereka akan bersaing untuk bisa masuk ke Unimed dengan skala 1 : 15. Perbandingan itu, diukur dari jumlah yang sudah ditentukan kuota pendaftar SNMPTN yang akan diterima Unimed, lebih kurang sebanyak 2500 kursi yang tersebar di 41 progam studi (prodi) yang ada di Unimed. Jumlah yang dterima tersebut sesuai kebijakan.

Kebijakan Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam penerimaan mahasiswa baru di PTN tahun 2015 ini, yakni 50 % dari calon mahasiswa yang akan diterima di suatu PTN.

Sedangkan proses seleksi penerimaan mahasiswa baru ke PTN sesuai kebijakan pemerintah, yang dibagi tiga jalur, yakni SNMPTN, seleksi bersama masuk perguruan tinggi (SBMPTN) dan Mandiri.

Unimed, dikatakannya, telah melaksanakan sosialisasi dan promosi kepada masyarakat Sumatera Utara (Sumut) baik secara langsung dan tidak langsung.
Masih data ratusan sekolah SMA/MA/SMK/MAK di Sumut yang belum tuntas dalam pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS). Karena itu, kami langsung mengingatkan via telepon kepada kepala sekolah agar segera menuntaskan proses pengisian PDSS dan mendorong para siswa untuk menuntaskan juga proses pendaftaran online.

Berkat kerja keras tim melaksanakan sosialisasi dan promosi, panitia PTN Unimed membawa keberhasilan yang cukup memuaskan, yakni jumlah pendaftar sekolah PDSS di Sumut meningkat dan jumlah pendaftar SNMPTN dan Bidikmisi ke Unimed juga mengalami peningkatan.

Proses seleksi SNMPTN tahun 2015 ini dilaksanakan secara online dengan mekanisme seleksi melalui data prestasi akademik siswa dan prestasi sekolah. Semoga Unimed dan 64 PTN di Indonesia akan mendapatkan calon mahasiswa yang terbaik dan mampu menyelesaikan pendidikan strata satunya di PTN yang mereka pilih. Sehingga dapat menghantarkan mereka meraih kesuksesan