KULIAH BUKAN UNTUK MENCARI IJAZAH..TAPI, UNTUK BELAJAR

"Seribu Orang Tua Hanya Bisa Bermimpi. Tetapi seorang Pemuda Bisa Mengubah Dunia"

"Saat Kita Punya Sedikit saja rasa peduli akan SEKITAR. Disitu Kita telah Memperbaiki Kualitas Pendidikan Negara Kita"

(bernata manalu)

Jumat, 30 Januari 2015

ULOS BATAK





Ulos ialah kain tenun tradisional batak yang sangat eksotik. Jaman dahulu ada beberapa jenis ulos yg umum dipakai sebagai pakaian, kain gendong dan juga selimut dalam kehidupan sehari-hari. Dikarenakan letak geografis tanah batak yang berada di dataran tinggi dan bersuhu dingin, fungsi ulos pada masa itu juga berperan sebagai penghangat tubuh. Pembuatan ulos dilakukan dengan alat yang sangat sederhana dan tradisional, sebab itu pengerjaannya dapat memakan waktu sampai berminggu-minggu. Bahan dasar untuk warna ulos batak diracik dari campuran tumbuh-tumbuhan. Ada beberapa jenis ulos batak yang mempunyai fungsi, makna dan penggunaannya masing-masing. Beberapa ragam ulos yang kita kenal diantaranya Ulos Sadum, Panusaan, Mangiring, Bintang Maratur, Sirara, Sitoluntuho, Bolean, Sumbat, Sibolang, Suri-suri, Tumtuman, Ragi Hotang, Ragi idup, Ragi Pane dan yg lainnya.


Berdasarkan adat batak, setiap individu sedikitnya akan menerima tiga jenis ulos pada tiga momem penting dalam hidupnya yaitu saat ia lahir, menikah dan meninggal. Waktu ia dilahirkan biasanya hula-hula(kelompok marga pemberi istri, unsur dalihan natolu), kakek & neneknya akan memberikan ‘ulos parompa’(kain gendong), saat menikah ia akan menerima ‘ulos hela’(menantu) dari pihak hula-hula dan ketika ia meninggal hula-hula akan memberikan ‘ulos saput’. Pemberian ulos biasanya diberikan oleh individu yang mempunyai kedudukan/genealogikal yang lebih tinggi dari si penerima ulos.

http://bernatamanalu.blogspot.com/2015/01/blog-post.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar